About us
SejarahSilahkan download Profil Kopkun (full color) dalam format PDF di sini
Berdirinya Kopkun tentu tak bisa terlepas dari sejarah Koperasi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Koperma Unsoed) yang telah berdiri sejak tahun 1976 silam. Prosesnya begitu panjang dan Kopkun adalah kontinum sejarah dari Koperma Unsoed hingga menjadi koperasi yang benar sesuai dengan jati dirinnya.
Awalnya adalah tahun 1998. Setelah terjadi perdebatan wacana di internal Koperasi Mahasiwa Universitas Jenderal Soedirman (Koperma Unsoed) tentang arti penting dan alasan adanya koperasi, maka munculah sebuah keputusan bahwa sistem keanggotaan Koperma Unsoed yang tadinya menganut sistem otomatis menjadi sistem sukarela. Artinya, kalau sejak berdiri dan sebelumnya keanggotaan Koperma Unsoed itu meliputi seluruh mahasiswa Unsoed secara otomatis, maka setelah tahun 1998, untuk menjadi anggota Koperma Unsoed itu harus melalui proses pendaftaran secara sukarela. Kemudian, bertahun-tahun setelah itu bagi mahasiswa yang telah terdaftar secara otomatis sebelumnya diperbolehkan untuk mengambil sejumlah Simpanan sebagai bukti kepesertaannya baik sebelum maupun setelah wisuda. Alasan pokok perubahan ini karena dari berpuluh ribu jumlah mahasiswa Unsoed pada waktu itu (statistik 1998 sebanyak 11.000 lebih), ternyata yang menunjukkan bentuk kepedulian bagi perkembangan koperasinya hanyalah sedikit sekali dan dengan demikian koperasi sebagai entitas bisnis kolektif terlihat mulai terdesak oleh lingkunganya yang mulai menunjukkan adanya geliat.
Wacana penegasan menjadi koperasi sesuai dengan jatidirinya terus saja bergulir, dan kemudian munculah wacana baru lagi dalam sistem keanggotaan Koperma Unsoed sebagai pertegasan Koperma Unsoed menjadi koperasi yang benar di tahun 1999. Keanggotaan Koperma Unsoed yang tadinya otomatis dan tertutup bagi mahasiswa Unsoed saja, mulai berubah menjadi sukarela dan terbuka. Hingga kemudian pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperma Unsoed pada tahun 2000 secara resmi memutuskan hal tersebut dengan konsekwensi dilakukanya perubahan nama dan Anggaran Dasar (AD) menjadi Koperasi “Koperma Unsoed” yang berarti hanya sekedar nama saja dan bukan lagi akronim mahasiswa unsoed. Sejak tahun inilah kemudian mulailah Koperasi “Koperma Unsoed” menerima anggota dari non-mahasiswa. Sejak saat itulah mulai masuklah beberapa anggota dari kalangan dosen, karyawan, dan bahkan masyarakat sekitar kampus.
Tidak hanya sampai disitu, setelah tahun 2000 visi Koperasi “Koperma Unsoed” sebagai koperasi yang sukarela dan terbuka berkembang terus. Diikuti dengan pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi yang lainya seperti pembagian Sisa Hasil Usaha berdasarkan besarnya partisipasi (sistem poin) atau berdasarkan besarnya jumlah partisipasi anggota, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dasar (Diksar) dan rekruitmen anggota koperasi yang dibuka setiap hari, hingga otonomi koperasi yang kemudian mengandung konsekwensi harus mandiri dari segi pembiayaan dan penggunaan fasilitas dari kampus. Sebagai bagian dari perjuangan, pada tahun-tahun ini juga wacana konsepsi Koperasi “Koperma Unsoed” menuju pada pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi ini menyebar hingga ke forum-forum nasional koperasi mahasiswa seperti Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) hingga Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI).
Pada tahun 2004, kemudian munculah sebuah wacana baru lagi sebagai konsekwensi Koperasi”Koperma Unsoed” sebagai koperasi konusmen murni dengan perubahan Anggaran Dasar (AD) dan nama menjadi Koperasi “Soedirman” yang berarti sukarela, demokratis, independen, radikal dan mandiri walaupun pada waktu itu harus menghadapi konsekwensi yang cukup berat harus melepas sebagian (gedung kantor pusat) dan membayar sewa seluruh penggunaan gedung yang diberikan oleh Kampus selama ini.
Kondisi Koperasi “Soedirman” pada waktu itu sungguh sedang dihadapkan pada banyak dilema karena konsekwensi-konsekwensi pertegasan dari pelaksanaan prinsip koperasi. Hingga pada akhirnya munculah wacana baru Koperasi Kampus sebagai solusi alternatif. Atas prakarsa Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK) dan difasilitasi oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), maka pada tahun 2004 dilakukanlah riset ilmiah dan kemudian hasil-hasilnya dipresentasikan pada pimpinan Unsoed pada waktu itu. Kemudian tepatnya pada tanggal 4 Januari 2005 dilaksanakanlah sebuah Lokakarya tentang “University Co-op” (Koperasi Universitas) yang diawali dari hasil penelitian ilmiah LePPeK dan dengan mendatangkan narasumber Ir. Ibnoe Soedjono dari Lembaga Studi Perkoperasian Indonesia (LSP2i) dan mantan Direktur International Co-operative Alliance (ICA) Asia Pasifik Bapak Robby Tulus. Lokakarya ini selain dimoderatori oleh Prof. Drs. Rubijanto Misman (Rektor Unsoed pada waktu itu), juga dihadiri oleh hampir seluruh civitas akademika Unsoed, baik pimpinan-pimpinan fakultas, maupun pengurus-pengurus unit kegiatan mahasiswa.
Dari hasil lokakarya awal ini kemudian mulailah dibentuk Tim Pemrakarsa yang terdiri dari unsur Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan alumni Unsoed yang bertugas untuk melaksanakan penelitian lanjutan, pembentukan panitia penyeleggara seminar dan pendirian koperasi, penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Neraca Awal, garis-garis besar program kerja Koperasi Kampus sebagai alternatif pengembangan Koperasi dilingkungan kampus. Setelah Tim Pemrakarsa bekerja penuh hampir satu tahun lebih, pada akhirnya atas dukungan dari Kementrian Negara Koperasi (Menegkop dan UKM), maka pada tanggal 18 Oktober tahun 2006 didirikanlah Koperasi Kampus Unsoed dengan akronim KOPKUN sebagai alternatif koperasi baru dilingkungan kampus dalam banyak pilihan model merger (penggabungan yang sudah ada), pembentukan federasi, dan atau amandemen AD/ART.
Perjuangan Kopkun tidak hanya berhenti sampai disitu saja, setelah melalui proses negosiasi dan perdebatan panjang maka pada akhirnya Koperasi “Soedirman” pada tahun 2007 melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) masing-masing koperasi pada akhirnya saling menerima untuk dilakukan peleburan (merger)dengan konsekwensi dilakukanlah penyesuaian-penyesuaian/konsolidasi administratif dari masing-masing koperasi seperti registrasi ulang keanggotaan.
Akhir-akhir ini wacana tentang pengembangan KOPPUS atau University Co-op mulai banyak dibicarakan di Kampus-kampus di seluruh Indonesia. Lebih lagi, karena mulai tahun anggaran 2007, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM) mulai mencanangkan Program pengembangan Koperasi Civitas Akademika (KOCIKA) berikut dengan sejumlah bantuan dana bergulirnya sebanyak Rp. 500 juta/koperasi, dengan target proyek hingga 100 KOCIKA hingga akhir tahun 2009.
Pada tanggal 7-9 Juli tahun 2007 lalu, KOPKUN dan atas dukungan dari Kementrian Koperasi dan UKM beserta ICA Sub Committee Youth and University Co-op dilaksanakanlah Seminar dan lokakarya tentang Koperasi Universitas yang dihadiri pelaksanaan Office Bearer Meeting anggota-anggota pengurus komite seluruh asia pasifik di Hotel Queen Garden, Baturaden, Purwokerto. Pada tanggal 21-25 Juni mendatang, atas apresiasi dari ICA, kita Indonesia juga ditunjuk sebagai tuan rumah bagi penyelenggaraan The First University Co-op Global Conference untuk yang pertama kali setelah ICA Committee On Univeristy Co-op terpisah dengan ICA Youth Committee dan dapat pengakuan penuh di tingkat Asia dan pasifik.
Berbagai diskusi, seminar dan workshop diadakan untuk mengkaji gagasan baru itu. Sampai pada akhirnya, tanggal 18 Oktober 2006, atas persamaan pandangan, ide dan harapan, dengan dukungan penuh dari Kementrian Negara Koperasi Dan UKM RI dan Universitas Jenderal Soedirman, berkumpulah aktivis koperasi untuk mengadakan rapat pendirian Koperasi Kampus Unsoed (University Cooperative of Unsoed), yang diadakan di gedung Rektorat Unsoed Lt. II.
Rapat pendirian ini dihadiri oleh empat elemen yang ada dilingkungan kampus, yaitu dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni. Rapat yang dihadiri lebih dari 20 orang itu kemudian sepakat untuk membentuk tim pendiri Koperasi Kampus Unsoed yang terdiri dari :
1.Prof. Rubijanto Misman (Mantan Rektor Unsoed)
2.Asfahani (Kementrian Negara Koperasi dan UKM RI)
3.Drs. Indarmawan MM. (Dosen)
4.Ani Noeraeni, SH. MM (Karyawan)
5.Ilham Nasa’i (Mahasiswa)
6.Herliana, SE (Alumni)
7.M Arsad Dalimunte, SE.Akt (Alumni)
Keberadaan koperasi kampus ini langsung direspon positif oleh Koperasi “Soedirman”, dimana berdasarkan hasil rapat anggota tahunan koperasi “Soedirman” ke-28, pada tanggal 6 Januari 2007 menetapkan untuk melakukan amalgamasi (peleburan) dengan Koperasi Kampus Unsoed. Proses peleburan ini berlangsung sampai bulan Maret 2007.
Respon selanjutnya datang dari Kementrian Negara Koperasi Dan UKM RI, dimana pemerintah langsung mengadakan program pencanangan koperasi universitas di Indonesia, yang dilaksanakan di Unsoed pada tanggal 21 Maret 2007. Pemerintah sendiri mentargetkan terbentuknya 100 koperasi univesitas di Indonesia sampai tahun 2009, dan Koperasi Kampus Unsoed dijadikan sebagai salah satu pilot project dari 10 lainnya. []
Visi, Misi, Prinsip dan Tujuan
Visi:
Koperasi yang Tangguh dan Berkemampuan Mempengaruhi Kebijakan Negara di Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya
Misi:
1.Mewujudkan koperasi benar, besar & mengakar melalui implementasi jati diri koperasi secara bertahap & berkesinambungan.
2.Memberi ketauladanan dan memotivasi koperasi-koperasi lainnya untuk menumbuhkembangkan koperasi berbasis jati diri.
Prinsip:
1.Sukarela dan terbuka
2.Pengelolaan secara demokratis
3.Partisipasi ekonomi anggota
4.Otonomi dan kebebasan
5.Pendidikan, pelatihan dan informasi
6.Kerjasama antarkoperasi
7.Kepedulian terhadap komunitas
Tujuan:
1.Memberikan nilai manfaat (benefit) bagi peningkatan kesejahteraan melalui efisiensi kolektif dengan mendirikan unit-unit layanan kebutuhan bersama.
2.Mengoptimalkan sumber-sumber daya sosial ekonomi dan budaya serta menampung berbagai bentuk-bentuk inisiatif dan kreativitas produktif.
3.Membangun dan meningkatkan sosial trust dengan konsep kesetaraan sebagai mitra belajar dan bekerja.
4.Mempercepat akselerasi bagi tumbuh dan berkembangnya model pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang demokratis dan partisipatorik di masyarakat pada umumnya.
5.Membangun alternatif-alternatif pembiayaan mandiri bagi terselenggaranya kegiatan-kegiatan pendidikan,pelatihan dan pengabdian pada masyarakat.
Jenis Usaha
1. Perdagangan ritel (Kopkun Swalayan)
2. Unit Simpan Pinjam (Simple Benk)
3. Perjasu (LCD Kopkun, Sewa Toga dan Layanan Fax)
Penghargaan
1.Kementerian UKM dan Koperasi mencanangkan secara nasional Koperasi Kampus di Universitas Jenderal Soedirman. Koperasi Kampus Unsoed (Kopkun) menjadi pilot di antara Sembilan universitas lainnya. Saat itu hadir, Bapak Suryadarma Ali – Menteri UKM dan Koperasi, Prof. Dr. Soedjarwo – Rektor Unsoed 2005/2010 dan Mardjoko, MM. – Bupati Banyumas di Gedung Rektorat Lt. 3 pada 27 Maret 2007.
2.Pada tahun 2008, Koperasi Kampus Unsoed (Kopkun) ditunjuk untuk menyelenggarakan Workshop Bearrir Meeting oleh International Cooperative Alliance (ICA) wilayah Asia Pasifik. Workshop ini menghadirkan panelis dari beberapa negara.
3.Ilham Nasai.S.Sos., Kader Kopkun dipercaya menjadi Ketua Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) tingkat pusat pada tahun 2008. Membawa suara perubahan koperasi pemuda, Ilham Nasai mendukung lahirnya koperasi-koperasi kampus di Indonesia.
4.Pada tahun 2008, Kopkun menyelenggarakan Seminar dan Workshop Internasional yang kembali menghadirkan panelis dari aktivis koperasi di berbagai negera. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Prof. Kokichi Soji yang merupakan Ketua Komite ICA untuk wilayah Asia Pasifik. Dalam kesempatan itu beliau berharap agar Kopkun menjadi pelopor Koperasi Kampus di Indonesia dan dapat mewarnai gerakan koperasi Asia.
5.Selepas memimpin Ketua KOPINDO, saat ini Ilham Nasai dipercaya menjadi Direktur Hubungan Luar Negeri di Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat. Sebagai salah satu kader terbaik Kopkun, saat ini beliau dipercaya untuk menyelenggarakan the first global university cooperative conference di Yogyakarta, Juni 2010.
6.Pada tahun 2010, Kopkun merupakan satu-satunya peserta undangan dari Indonesia dalam workshop manajemen koperasi yang diselenggarakan oleh ICA Wilayah Asia Pasifik. Workshop ini berlangsung pada tanggal di NTUC Fairprice Singapura.
7. Pada 30 Juni 2011, dua kader Kopkun dipercayai sebagai Ketua Pengawas Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) dan Wakabid Kerjasama Lembaga KOPINDO pada RAT KOPINDO di Makassar.
8. Pada 8 Juli 2011, Ketua Kopkun peroleh penghargaan “Tokoh Masyarakat Penggerak Koperasi” dari Pemkab. Banyumas di Alun-alun Purwokerto.
9. Pada 12 Juli 2011, Ketua Kopkun peroleh penghargaan “Bhakti Koperasi dan UKM” dari Menkop RI di Istora Senayan Jakarta.
Kelembagaan
Nama : Koperasi Kampus Unsoed disingkat Kopkun
Berdiri : 18 Oktober 2006
Alamat : Jl. HR. Boenyamin Komplek Ruko Depan Kantor SKB Purwokerto Utara
Telepon : (0281) 631768
HP : (0281) 7647106
Fax. : (0281) 641338
Badan Hukum dan Perizinan Lainnya:
No. Akta Pendirian: 23 tanggal 11 November 2006
No. & Tgl. Pengesahan Badan Hukum: 22/PAD/KDK/ 11-15/VI/2007 tanggal 16 Juni 2007
No. Akta Perubahan Anggaran Dasar: 66 tanggal 28 April 2007
Surat Izin Usaha Perdagangan Besar 0009/11.07/PB.1/IV/2008
Tanda Daftar Perusahaan Koperasi 11.07.2.65.00168/ Berlaku 11 April 2013
Nomor Pemilik Wajib Pajak 02.530.137.5-521.000
Susunan Pengurus, Pengawas dan Pengelola Periode 2012-2015:
Pengurus
Ketua: Herliana, SE.
Sekretaris: Taufik Budi P., M.Si.
Bendahara: Adi Bahari, S.Pt.
Bidang Organisasi: Ari Aji, S.Sos.
Bidang Usaha: Dodi Faedulloh, S.Sos.
Pengawas
Ketua: Angjar Muti, S.Sos.
Sekretaris: Elsa Sulistia, S.Sos.
Anggota: Ahmad Taqiyudin
Pengelola
General Manager: Darsono, S.Sos.
Manager Organisasi: Firdaus Putra, S.Sos.
Manager Usaha: Sutarno Yusuf
Manager Keuangan: Istinganah Salimah, SE.
No comments:
Post a Comment